JDP Siap Bimbing Digitalisasi Desa: Kadis Komdigi KSB Studi Banding Keberhasilan BUMDes Gunung Rajak
Lombok Timur – Sebagai bagian dari langkah strategis mempercepat transformasi digital dan peningkatan ekonomi desa, Kepala Dinas Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan kunjungan studi banding ke Desa Gunung Rajak, Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu, 4 Juni 2025. Kegiatan ini berfokus pada keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gunung Rajak dalam menjalankan program penjual ulang jasa telekomunikasi.
Kadis Komdigi KSB hadir bersama jajaran dan didampingi oleh Kepala Dinas Komdigi Kabupaten Lombok Timur. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Gunung Rajak beserta tim pengelola BUMDes. Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan bahwa program penjual ulang jasa telekomunikasi telah berkontribusi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta akses digital masyarakat setempat.
“Melalui program ini, desa kami mampu membuktikan bahwa inovasi digital bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi desa. Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang kuat, desa bisa tumbuh secara mandiri,” ujar Kepala Desa Gunung Rajak.
Program ini diinisiasi melalui kerja sama tripartit antara Dinas Komdigi, BUMDes, dan PT. Jembatan Data Pangrango (JDP) selaku mitra teknologi. Skema kolaboratif ini telah mendorong BUMDes untuk menjalankan peran sebagai penyedia layanan digital sekaligus pelaku usaha.
Kadis Komdigi KSB menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi inovasi tersebut dan berharap dapat menerapkannya di sejumlah desa di wilayah KSB dalam waktu dekat.
“Kami tidak hanya melihat keberhasilan finansial, tetapi juga bagaimana desa bisa menjadi simpul layanan digital untuk masyarakatnya. Kami akan mendorong agar program serupa segera berjalan di KSB,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PT. Jembatan Data Pangrango menyampaikan kesiapan pihaknya dalam memberikan pendampingan berkelanjutan untuk desa-desa lain yang ingin mengikuti langkah BUMDes Gunung Rajak.
“Kami berkomitmen mendukung penuh dengan pelatihan teknis dan sistem operasional agar setiap desa yang bermitra bisa mencapai keberhasilan serupa. Tujuan kami adalah mendorong desa-desa Indonesia menjadi pilar ekonomi digital yang kuat,” ujar perwakilan JDP.
Melalui model kolaborasi ini, diharapkan akan terbangun ekosistem desa digital yang berdaya, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman. Program ini sekaligus memperkuat upaya mewujudkan visi “Desa Cerdas” (smart village) yang terkoneksi secara teknologi dan tumbuh secara ekonomi.
Kontak Media: